Singgah

Hidup ini adalah singgah, dua pilihan pasti, singgah sebentar atau menginap barang semalam. Mencicipi indahnya negeri fatamorgana kala malam, membius diri, menenggelamkan segala rasa mencekam. Di setiap persinggahan mata akan bersahabat pada banyak warna berkilau, menyilaukan, mengajak tangan untuk menggapai merasakan, lalu rasa akan memberi pesan untuk dapat memiliki, sebagian saja, atau hanya segenggam.

Dalam persinggahan, bahagia atau menderita mungkin bukanlah takdir, tapi pilihan, karena persinggahan ini sejatinya adalah rentetan panjang banyak pilihan. Dalam persinggahan ini, ada banyak manusia yang bahagia dalam penderitaannya, ada juga manusia yang menderita dalam balutan selimut bahagia yang menipu mata.

Telanaipura, 22 April 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi

Ruang Hati