Rindu dan Pulang

Ada lelaki, yang duduk sendiri di tepian dermaga, melihat senja yang sudah hampir sirna ditelan pekat. Ini bukan tanahnya, ini bukan dermaga di mana ia bisa lantas pulang ke rumah, melepas lelah, membentangkan harapan untuk ditanam sebelum mentari membuka hari. Semilir angin itu, membuat ia ingin menghentikan waktu, ini bukan tanahnya, tetapi persinggahannya itu selalu memberi warna berbeda, yang membuatnya merasa tak memiliki rasa rindu dan pulang.
Ia masih di tepi dermaga, memandang jauh, mencoba menerka jarak, berpikir dalam, ia seperti ingin melepas lelah membentangkan harapan untuk ditanam sebelum mentari membuka hari, tapi kali ini di tanah ini.

Sungai Kambang, Telanaipura - 17 April 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi

Singgah

Ruang Hati